Bahaya Perut Buncit Bagi Kesehatan Tubuh

Bahaya Perut Buncit Bagi Kesehatan Tubuh – Kelebihan berat badan yang sudah di atas batas normal ( Obesitas / kegemukan ) bisa mendatangkan masalah bagi tubuh. Apalagi jika sudah terjadi penumpukan lemak pada bagian perut. Penumpukan lemak di perut seringkali menyebabkan orang tidak percaya diri karena menganggap penampilannya sudah tidak menarik, yang lebih penting lagi adalah faktor kesehatan mengingat perut buncit bisa memicu datangnya banyak penyakit.

Bahaya Perut Buncit

Perut buncit adalah gambaran adanya banyak lemak di bagian perut dan juga akibat toksin ( karsinogen ) yang ada di saluran pencernaan. Kondisi perut buncit jelas tidak memberi manfaat sama sekali bahkan bisa membahayakan kesehatan tubuh.  Seperti apakah bahayanya perut buncit?

Sebagian besar masalah perut yang membuncit adalah dampak dari berat badan yang berlebih. Sedangkan beberapa penyebab lainnya adalah karena lemahnya otot di bagian perut, postur tubuh yang buruk, sering sekali minum alkohol, masalah stres, kelebihan hormon dan tumpukan toksin atau kotoran yang mengendap lama di dinding saluran cerna.

Perut yang buncit juga sebagai petunjuk adanya masalah pada gastrointestinal (pencernaan) seperti masalah sembelit, mengalami sindrom iritasi usus, penyakit radang usus dan gastroparesis, yaitu jenis kerusakan saraf yang bisa berpengaruh pada perut.

Apabila ada penumpukan lemak di perut, maka tubuh tidak lagi menyebarkan kelebihan lemak ke bagian tubuh yang lain. Lemak yang suka ‘berkumpul’ di bagian perut adalah jenis lemak visceral atau intra-abdomen, yaitu lemak yang erat kaitannya dengan kolesterol tinggi, insulin tinggi, trigliserida tinggi, tekanan darah tinggi serta masalah lainnya.

Waspadalah ketika perut Anda mulai buncit..!!!

Di bawah ini adalah bahaya perut buncit serta beberapa penyakit yang mengintai orang yang perutnya buncit :

1. Fungsi paru mengalami penurunan

Beberapa tahun lalu, para peneliti dari Finlandia menemukan bahwa ukuran lingkar pinggang yang besar ada hubungannya dengan penurunan volume dan fungsi paru-paru. Seiring berjalannya waktu, penurunan fungsi paru bisa menyebabkan penyempitan saluran nafas serta penyakit paru-paru kronis seperti asma.

2. Degenerasi arteri

Pada sebuah studi tahun 2012 telah menemukan adanya hubungan erat  antara obesitas perut dan tingginya insiden arthrosclerosis serta kekakuan arteri. Kalangan peneliti mempelajari orang obesitas abdominal (perut buncit) dan obesitas umum, serta orang yang sehat, dan menemukan bahwa untuk setiap kenaikan 0,1 dalam rasio lingkar pinggang, semakin masalah arteri memburuk.

Kecenderungan ini sering dialami oleh orang dengan kelebihan lemak perut. Degenerasi arteri bisa menyebabkan stroke dan resiko penyakit jantung.

3. Gula darah terganggu

Lemak visceral adalah lemak yang ditemukan pada perut buncit, lemak ini menghasilkan sejumlah hormon yang bisa mendatangkan malapetaka pada sistem metabolisme. Hormon yang di hasilkan oleh lemak visceral bisa memicu terjadinya perubahan pada reseptor insulin dalam tubuh, kemudian bisa membuat insulin mulai menjadi kurang efektif dalam membantu mengatur gula darah. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab utama diabetes.

4. Dementia dan Penyakit Alzheimer

Hal hal yang terjadi pada usus bisa ber efek besar pada otak. Pada suatu studi telah menemukan bahwa rasio pinggang-pinggul, serta faktor lemak visceral abdomen, dikaitkan dengan volume otak yang rendah.

Volume otak yang rendah telah dikaitkan dengan masa;ah demensia (pikun) umum dan juga bisa menjadi faktor yang memberi kontribusi pada penyakit Alzheimer.

5. Kolesterol tinggi

Lemak visceral bisa berubah menjadi asam lemak bebas oleh tubuh, yang akan menghasilkan produksi LDL (juga dikenal sebagai kolesterol jahat) dan trigliserida. Disamping itu, asam lemak bebas juga mengurangi tingkat tubuh HDL (juga dikenal sebagai kolesterol baik).

Seiring dengan hubungan obesitas perut dengan degenerasi arteri, kolesterol berlebih yang terkait dengan lemak perut bisa mendatangkan beberapa penyakit seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi dan stroke.

Minum Fiforlif © 2016